Pemicu Kelahiran Bintang di Cepheus B

Sebuah citra hasil penggabungan data antara Chandra X-ray Observatory dan Spitzer Space Telescope, menunjukkan awan molekular Cepheus B yang berada di Bima Sakti pada jarak 2400 tahun cahaya dari Bumi.

Awan molekul merupakan area yang diisi oleh gas dan debu antar bintang yang dingin yang berasal dari pembentukan galaksi. Gas dan debu di awan molekul tersebut sebagian besar terdiri dari molekul hidrogen.

Pengamatan yang dilakukan Chandra memberi kesempatan pada para astronom untuk meneliti bintang muda di dalam dan di skitar Cepheus B, yang diidentifikasi dari pancaran sinar-X yang kuat. Data Spitzer juga menunjukkan kalau bintang – bintang muda ini memiliki piringan protoplanet disekelilingnya. Piringan ini memang hanya ada pada sistem yang masih sangat muda dimana planet masih terus terbentuk, dan keberadaan piringan ini jugalah yang menjadi indikasi usia sebuah sistem planet.

Tak hanya memperlihatkan keindahan Cepheus B, citra ini juga memberikan petunjuk tentang kelahiran sebagian bintang. Diperkirakan pembentukan bintang di Cepheus B dipicu oleh radiasi sebuah bintang terang dan masif yang berada di luar awan molekul tersebut, yakni bintang HD 217086. Bintang katalis ini diperkirakan memiliki massa 20 kali lebih masif dari Matahari atau paling tidak 5 kali lebih berat dibanding bintang lainnya yang ada di Cepheus B.

Berdasarkan model pembentukan bintang yang dipicu bintang lain atau yang disebut juga model radiation-driven implosion (RDI), radiasi dari bintang masif akan mengendalikan gelombang kompresi (tekanan/pemampatan) ke awan dan memicu terjadinya pembentukan bintang di dalam awan dan menguapkan lapisan terluar awan.
Citra Cepheus B yang diambil Chandra Observatory dan Teleskop Spitzer, disertai area di Cepheus B yang menunjukkan perbedaan kandungan bintang di dalamnya. Kredit : NASA/Chandra/Spitzer

cepheusB
Citra gabungan yang diambil Chandra dan Spitzer menunjukan beberapa area penting di sekeliling Cepheus B. Lapisan dalam menunjukkan area dari Cepheus B itu sendiri. Di lapisan ini terdapat bintang-bintang yang usianya satu juta tahun dan 70-80% dari mereka memiliki piringan protoplanet.

Lapisan berikutnya adalah lapisan tegah, yang merupakan area yang berada dekat Cepheus B. Disini, bintang yang ada berusia antara 2-3 juta tahun dan 60% dari mereka memiliki piringan protoplanet.

Di lapisan terluar, bintang-bintang yang ada di dalamnya berusia 3-5 juta tahun dan hanya 30% di antaranya yang memiliki piringan. Semakin keluar dari Cepheus B tampak kalau piringan protoplanet semakin sedikit. Hal ini disebabkan materi di awan telah mengalami penguapan dan bertransformasi menjadi bintang. Kondisi peningkatan ini sama seperti yang diprediksikan model RDI dalam pembentukan bintang yang dipicu oleh radiasi bintang masif.

Tipe berbeda dari model pembentukan bintang yang dipicu oleh bintang lain juga terlihat pada lingkungan yang berbeda. Pembentukan Tata Surya juga diperkirakan dipicu oleh ledakan supernova.

Yang pasti citra yang dihasilkan Chandra dan Spitzer ini sangat berguna untuk mempelajari kelahiran dan masa kanak-kanak dari bintang.
Sumber : langitselatan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: